Langsung ke konten utama

Day 6. Single and happy


Sendiri tak selalu tentang sepi. Segala emosi akan lebih berarti ketika kau tidak menggantungkannya pada siapapun di dunia ini. Bahagia akan lebih indah bila datangnya dari dirimu sendiri.

Hatimu terlalu lelah untuk berekspektasi.
Egomu terlalu berharga untuk kau bagi.
Yang terpenting untuk kau bahagiakan adalah dirimu sendiri.

-Sal

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Buku : The True Power of Water

Judul : The True Power of Water Penulis: Masaru Emoto Pengantar Buku : KH. Abdullah Gymnastiar Penerbit : MQ Publishing Tahun Terbit : 2006 Cetakan ke : 1 Tebal Buku : 192 halaman           Ini adalah buku ilmiah yang pernah meraih "The New York Times Best Seller"  yang ditulis oleh seorang saintis Jepang, Masaru Emoto.  The True Power of Water merupakan buku kedua Masaru Emoto setelah buku pertamanya, The Hidden Message in Water . Buku ini berisi tentang penelitian Emoto mengenai air dan kekuatannya yang menakjubkan. Penulis mengatakan bahwa penelitian yang dilakukannya tidaklah mudah, ia harus rela menghabiskan waktu berjam-jam di sebuah ruangan bersuhu -15 derajat celcius demi melihat dan mengambil gambar pengkristalan air yang hanya muncul sekitar 20-30 detik.            Penilitiannya membuktikan bahwa air memiliki pesan yang tersembunyi di dalamnya. Hal ini dikarenakan air sangat sensitif ter...

-a conflict

Dog days-dog days seem never be bored to bother me. My mind says "suicide?" My heart says "no, no" Maybe someday they'll say "long story short, i survived" Or maybe not. -Sal

Day 28. Loving someone

Faktanya aku tidak terlalu mudah untuk mencinta. Jika namanya terus-menerus berputar di kepala, maka aku rasa aku mencintainya. Jika dirinya terus-menerus berada di hati seolah tak peduli betapa kuat aku menepisnya, maka aku rasa aku mencintainya. Jika aku merasa senang berada di dekatnya seolah ingin terus-menerus berada di sana, maka aku rasa aku mencintainya. Faktanya, aku ahli memendam rasa. Aku tak terlalu peduli dia menganggapku sebagai apa. Aku juga tak menganggapnya siapa-siapa. Faktanya, jika dunia seolah merestuiku dengannya, jika keadaan terus-menerus memberi momen tanpa aku harus mencipta, aku justru bingung harus berbuat apa. Jadi, sekarang apa yang kulakukan sebaiknya? -Sal